Apa Aja

Apa Aja

Jumat, 06 Januari 2017

HIDUPLAH DENGAN PENUH CINTA


Hari ini pengen nulis lagi, kali ini agak berbeda judulnya mungkin semua orang tau apa itu cinta dan pasti ada pertanyaan apa sih inti adanya cinta itu di dunia ini. Yaa mudah-mudahan nanti bisa memberikan sedikit pencerahan berkaitan dengan cinta yang positif dalam mengarungi kehidupan ini.
Kehidupan yang mana tanpa cinta maka akan hancur dunia ini, bagaimana tidak orang-orang akan saling bermusuhan dan bertikai satu sama lainnya karena memperebutkan isi dunia ini, bahkan sekarang hanya masalah perbedaan sedikit saja orang akan mempertahankan ego masing-masing bahkan berujung pada permusuhan juga, orang yang berkuasa akan menindas yang berada di bawahnya, orang kaya akan menindas orang miskin, orang kuat akan menindas yang lemah begitu seterusnya ketika tidak dilandasi dengan cinta.
Dengan cinta orang –orang saling mengasihi, saling membantu, saling memberi nasehat, saling gotong royong, saling bahu-membahu. Pokoknya hal-hal positif yang demi kebaikan bersama akan selalu dilakukan, sehingga apa yang terjadi pada kehidupan dunia ini walaupun banyak perbedaaan dari segi, bahasa, budaya, karakter, suku, bangsa, negara dan lainnya tetap berada dalam kedamaian dan persaudaraan yang harmonis.
Memang terkadang susah untuk menebarkan cinta perdamaian dan kasih sayang antar sesama karena perbedaan visi-misi setiap orang tapi satu hal yang perlu dipikirkan bahwa kita diciptakan oleh-Nya memang dalam bentuk dan ciri yang berbeda-beda walaupun anak kembar sekalipun mesti ada perbedaan. Tidak menarik kalau seandainya kita tercipta semua sama, apa yang mau dibedakan antara kaum adam dan hawa, panas dan dingin, gelap dan terang dan sebagainya. Semua itu perlu dipikirkan dan jangan pernah memaksakan kehendak kita kepada orang lain yang jelas berbeda apa keinginannya. Yang perlu dicari adalah nilai-nilai pada umumnya seperti contoh kecilnya yakin semua orang ingin hidup bahagia dan tentram jikalau masih mempunyai pemikiran yang normal.
Nah saatnya berbicara tentang cinta antara satu dengan lainnya, misalkan antara laki-laki dengan perempuan, cinta yang muncul di antara keduanya itu normal dan fitrah manusia diciptakan di dunia ini untuk berpasang-pasangan, asalkan hal itu dilakukan dengan cara yang baik sesuai tuntunan agama dan aturan yang berlaku di tempat itu. Orang yang mengalami jatuh cinta maka dia akan selalu memberikan perhatian lebih, selalu memikirkan yang dicintainya bahkan mengikuti apa yang diinginkan oleh yang dicintainya karena memang merupakan perasaan yang muncul dengan tulus dalam hati. Tidak bisa dibuat-buat kalau itu memang cinta yang berasal dari dalam hati manusia.
Tapi sebenarnya cinta yang hakiki itu adalah cinta kepada pencipta orang yang kita cintai itu, kalau itu yang didahulukan maka cinta yang ada dalam diri kita akan selalu mendapat ridho dan inayah-Nya sehingga perjalanan cinta kepada ciptaan-Nya menjadi hal yang baik dan tentunya lebih bermanfaat serta berguna satu sama lainnya. Maka dari itu, wahai para pecinta jangan pernah lupa siapa yang pertama kali menciptakan cinta itu, arahkan lah perasaan cintanya kepada-Nya terlebih dahulu baru kemudian yang lainnya.
Kalau saya sendiri mengikuti cinta itu sesuai dengan alurnya dan takdir yang ditentukan oleh Sang Maha Kuasa atas Cinta itu, karena tiada daya dan upaya hanyalah kepada-Nya hati dan pikiran ini kusandarkan. Semua yang ada saat ini adalah sementara, berjalannya waktu akan mengikis dan hancur ditelan bumi. Tapi satu hal yang tidak akan terkikis adalah kebaikan yang kita torehkan kepada seluruh generasi di bawah kita dan itulah yang akan mempertahankan eksistensi kita bahwa kita pernah ada di dunia ini. Ditulis setelah aktivitas pembersihan bersama di asrama Al-Hikam Malang 07/01/2017


Salam cinta untuk semua!!!

Senin, 02 Januari 2017

Tahun Baru yang UNIK


Pagi hari ini cerah banget.... secerah hati bagi orang yang sedang dilanda ketenangan dalam hidup
Seakan juga ingin hidup seribu tahun lagi, mungkin kata ini sudah sering dijumpai dan didengar. Nah sekarang ini, ingin berbagi pengalaman dengan semuanya tentang perjalanan mengawali tahun baru kemarin.
Tepatnya tanggal 30 desember 2016... tiba-tiba saya mendapat panggilan tak terjawab, wah kaget saya soalnya yang miscall ini bukan orang sembarangan. Spontanitas saya langsung nelpon balik dan bertanya, “iya ada apa ustadz?”... beliau menjawab, “ini coba diuruskan dulu mobil dari surabaya ke situbondo yah, pakai mobil carter yah dan saya sekeluarga 6 orang”. Dalam hati saya berfikir, 6 orang siapa2 yah ko banyak banget mungkin ada keluarga jauh yang ikut.  Dengan jawaban singkat “insya Allah ustadz”. Udah itu aja.
Sehingga pada malam tanggal 31 desember 2016, sy browsing-browsing di internet untuk nyari alamat dan kontak dari travel yang ada di surbaya jurusan surabaya-situbondo, ada beberapa yang saya hubungi, ternyata rata-rata tidak bisa karena alasan mobil sudah dirental semua, dan ada juga beralasan sopir gak ada karena liburan menyambut tahun baru. Wah malam itu udah bingung banget karena pertama untuk mobil travel yang saya pesan dari malang ke surabaya sudah ada untuk saya pakai sampai di bandara juanda walaupun tiba-tiba mendadak mahal karena alasan momen tahun baru, benar-benar tidak profesional....
Yaaa mau gimana lagi udah butuh banget. Terpakasalah untuk mencoba jadi ikhlas, itung-itung melatih diri bersabar. Sesampainya di juanda ternyata dengan penumpang lainnya hanya saya yang diberi harga semahal itu wah kata saya dalam hati... ini bener-bener nguji kesabaran ini.. kukembalikan lagi dengan mengusap dada, ya gak papalah. Itung-itung sedekah lagi dalam hati sih.
Sampai di bandara juanda, ternyata lebih cepat dari dugaan karena mobil berangkat siang dari malang dan tiba di sana sekitaran jam 3an akhirnya nunggu lama di juanda, dari pada nongkrong di depan resto-resto di bandara dan melihat pemandangan2 yang kurang bagus menurut saya walau yang lain mengatakan itu bagus,, ya kebetulan bandara juanda surabaya ini mempunyai mesjid yang lumayan luas dan enak suasanya. Langsung jalan kaki dari terminal kedatangan 1 b ke mesjid tersebut.
Nah di sanalah tepatnya tanggal 31 desember 2016 pada sore hari menghabiskan untuk telpon sana telpon sini... untuk sekalian silturahmi by phone. Mulai dari keluarga saya telpon sampai ke temen2 khusus yang saya hubungi , sampai2 telinga terasa panasa akibat hp yang lama dipake. Capek juga sih...bukan hanya itu terkadang diselingi membaca buku jurnal yang kebetulan saya bawa di tas untuk mengisi waktu kosong.  Jadi membaca merupakan salah satu cara untuk menemani diri di saat sendiri dan manfaatnya banyak.
Pesan saya buat temen-temen jangan bosan membaca karena membaca adalah perintah pertama dalam al-Qur’an (Al-Alaq: ayat satu). Juga membaca adalah kunci ilmu pengetahuan tidak pandang dia sedang masa studi atau dalam keadaan menganggur (tidak sekolah) itu akan membuka wawasan semua orang yang suka membaca.
Lanjut lagi, nah pas abis isya skitar 19;20 an gak lama lagi ustadz yang selama ini ditunggu di bandara udah mau landing pesawatnya... tiba ketemu dengan anak santri alumni yang kebetulan dulu pernah saya ajar di pesantren, yusri, hendrik, dan khaerati. Mereka juga datang untuk menjemput beliau, dan hendrik bilang mobil udah saya pesen ust. Dari juanda ke kosan kurniawan, trus saya bilang, lho kok bisa, batalin saja solnya sy sudah dp mobil travel dari juanda ke situbondo, kamu belum kan men-dp-nya, “belum ust” jawabnya, oke kalau gitu.
Singkat cerita akhirnya saya pun diminta ikut untuk menemani beliau untuk kunjungan ke pesantren di sibondo itu yang pendirinya adalah kiyai As’ad, diperjalanan banyak kisah menarik yang saya dapat di antaranya sebagai berikut:
1.    Tidur selama setahun, solanya saya tertidur dari 2016 kemudian pas bangun udah tahun 2017, artinya, merasakan petasan dan keramaian jalanan dengan penyambutan tahun baru untuk tahun ini say tidak rasakan.. wah baru kali ini pergantian tahun tidak terasa, apa yang bisa saya ambil hikmah dari ini adalah ternyata waktu itu sangat tidak berguna jikalau hanya tidur semata yang dilakukan, banyak waktu terbuat bagi orang yang selalu banyak tidurnya, bukan tidak boleh tidur tapi secukupnya.

Apalagi nuansa tengah malam sangat baik sekali untuk mendirikan sholat sunnah tahajjud sebagai pengahambaan diri kepada-Nya karena telah memberikan segala nikmat tanpa batas kepada semua hamban-Nya.  Itulah seharusnya dilakukan di malam pergantian tahun dengan banyak istigfar dan sholat malam bahkan setiap malam pun sangat bagus untuk dilakukan.

2.    Sopir mengantuk, wah pikir saya saat itu, gimana kalau seandainya sopirnya nabrak truk atau jatuh kejurang karena jalan yang dilewati adalah lintas kabupaten yang mana orang-orang rata ingin keluar rumah untuk menyambut tahun baru serta kita melewati gunung-gunung yang bisa seketika mobil terpeleset ke jurang. Pikiran seperti muncul di saat para penumpang lainnya sedang tidur di belakang kebetulan pak yai nyuruh duduk di depan akhirnya tidur pun gak bisa senyenyak yang dibelakang, sesekali saya ajak cerita supirnya eh malah gak nyambung juga pembicaraannya solnya beliau adalah yang punya travel sendiri mencoba untuk membantu kita karena sebelumnya gak ada travel yang siap berangkat karena beliau mendengar tujuan kita adalah pesantren langsung tergerak hatinya untuk membawa sendiri mobilnya.

Hikmah apa dibalik poin 2 ini, pertama, umur, ajal, dan musibah bisa saja merenggut seketika karena ketelodoran manusia atau memang takdir yang tidak bisa berubah sehingga saat itu bisa saja mobil jatuh kejurang atau nabrak mobil truk yang begitu besar sehingga penumpang berikut sopir bisa saja meninggal seketika artinya, jangan pernah lalai di dunia ini karena hanya sementara. Kedua, berkat pertolongan Allah melalui doa yang haqqul yakin sehingga kami sampai dengan selamat tidak kurang apapun bahkan masih sempat singgah untuk melakukan ibadah di waktu malam. Artinya rasa syukur harus selalu ada, karena tanpa adanya Allah maka apa daya hidup ini.

3.    Kualitas akan dicari dan kuantitas hanya kebanggaan saja diluar, nah kata ini mungkin berbeda, ni bukan kisah tapi hasil analisis perjalanan, bahwa pendidikan yang mengutamakan kualitas dibanding kuantitas akan menjadi lilin disaat lampu semua sudah padam, satu orang yang berkualitas bisa mengalahkan seratus orang yang biasa-biasa. Jadi sebenarnya dalam dunia pendidikan saat ini terlalu berbangga diri ketika mempunyai siswa atau santri yang banyak padahal belum tentu bagus untuk membangun bangsa dan negara ini apalagi tujuannya adalah semata bisnis yang mana lembaga pendidikan sudah dijadikan lahan mencari kekayaan maka akan menghancurkan kualitas pendidikan kita saat ini dan itu memang sudah terjadi pasca reformasi, dulu negara tetangga dalam belajar ke kita tapi sekarang justru negara tetangga lebih maju. Wah sangat miris sekali.

Pesan saya kepada semua pelaku pendidikan, niatkan mendidik atau mengurus pendidikan karena ikhlas lillahi ta’ala maka hasilnya itu akan berkualitas sebab sudah mendapat ridho-Nya maka dengan kata “kun fayakun” negara kita akan menjadi negara yang maju dan sukses seperti negara islam di masa periode rasulullah saw dan para sahabat sampai kepada dinasti terakhir Islam.

Nah ketiga ini membuat saya sekarang ini mencoba untuk merubah diri demi merubah orang lain kedepannya juga jikalau masih ada umur yang Allah berikan, mudah-mudahan merupakan awal untuk menorehkan semangat hidup dalam berjuang di mana pun dan kapan pun itu.  Ditulis pas ketika selesai mngumpulkan pakaian kotor untuk dicuci tapi ingat untuk menulis perjalan tahun baru kemarin selama 2hari 2 malam. 03/01/2017 selamat tahun baru semoga bisa lebih baik lagi atau minimal mempertahan kebaikan yang sudah ada. Ok.. ok... ok...

Kamis, 29 Desember 2016

SYUKUR ALHAMDULILLAH


Pagi ini agak beda dari biasanya, perasaan ketika bangun itu agak gimana gitu kayak ada manis-manisnya. Mungkin pas bangun itu terasa nikmat dan fresh. Merupakan suatu kesyukuran yang tiada tara karena Allah selalu menjawab do’a-do’a setiap hamba-Nya termasuk yang menulis ini. Yaa memang kalau mau dijawab do’anya caranya harus punya keyakinan yang tinggi dan tidak boleh putus harapan, terkadang kalau do’a yang tidak terkabulkan itu berarti menurut pandangan saya adalah memang apa yang diminta itu untuk saat ini belum cocok mungkin baru akan terjawab ketika hal itu sudah sangat dibutuhkan.

Jadi untuk yang merasa do’anya belum terkabulkan jangan patah semangat. Bisa jadi do’anya itu dialihkan kepada hal yang anda butuhkan saat ini walaupun sebenarnya bukan itu yang diminta. Saya sering berfikir, kok do’a yang saya panjatkan belum terkabulkan akan tetapi di sisi lain saya mendapat hal yang berbeda dan tak disangka-sangka. Kemudian saya berkesimpulan bahwa ternyata inilah yang saya butuhkan saat ini bukan do’a yang selalu saya minta itu.

Manusia memang terkadang pendek pikiran dan cepat berprasangka buruk duluan sebelum memikirkan apa hikmah atau pelajaran di setiap kejadian dalam hidupnya. Sehingga cepat mengambil kesimpulan sepihak tanpa memikirkan hal lain di balik itu. Padahal sebenarnya Allah sudah menjanjikan kepada siapa saja  untuk menjawab semua do’a akan tetapi hanya jawabannya tidak sepenuhnya seperti yang diharapkan sebab Dia Maha Tahu atas Segala Sesuatu di dunia ini. Maka dari itu, ingatlah selalu kepada Allah dan jadilah hamba yang benar-benar menghambakan diri kepada-Nya. Amin ya rabbal ‘alamin. Ditulis pas setelah selesai membaca satu juz, juz 2. Alhamdulillah ini suatu nikmat yang tiada tara berupa kesehatan setelah kemarin-kemarin badan dan fisik ini terasa lemah. 30/12/2016.


Di penghujung tahun ini saya dan keluarga meminta maaf jiakalau ada kata-kata yang menyinggung dalam setiap opini yang saya posting di blog ini karena itu bukan sesuatu niat untuk keburukan tapi semata-mata untuk saling mengingatkan satu sama lainnya bahkan sebenarnya tulisan-tulisan di sini itu sebagai koreksi untuk saya pribadi dan secara umum untuk semua orang yang membutuhkan nasehat-nasehat yang ada di blog ini. Terima kasih mudah-mudahan tahun depan bisa lebih baik lagi amin. 

Cahaya di antara cahaya


Memang mudah ketika seseorang mau menjadi baik, tapi dalam perjalanan ke depannya itu yang mungkin agak susah sebab keistiqomahanlah yang diperlukan. Saat memutuskan untuk berlaku baik kepada siapa saja terkadang menjadi lahan bagi orang tertentu untuk memanfaatkan tapi itu tidak jadi masalah karena berawal dari niat yang baik maka tentu hasilnya ke depan akan baik pula.
Sehari-hari kita telah menikmati segala pemberian-Nya, bahkan terkadang lupa akan kenikmata-kenikmatan itu karena terlena dengan “kelupaan” akan datangnya hari di mana semua yang telah Allah beri kepada kita akan dimintai pertanggungjawabannya. Itulah sebenarnya inti kita diberi segalanya yang ada di muka bumi ini. Jadi sebenarnya janganlah pernah sombong atau merasa lebih di antara yang lain karena sekejab pun bisa diambil oleh-Nya.
Di lain sisi Allah memang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, tetapi kalau hamba yang tidak tau diri akan segala pemberian-Nya maka tunggulah saatnya semua itu akan kita pertanggungjawabkan baik di dunia terlebih lagi ketika di akhirat kelak.

Menjalani kehidupan yang penuh dengan lika-liku, seharunya menyadarkan pentingnya koreksi diri sebelum mengoreksi orang lain. Karena orang yang senang koreksi kepada orang lain biasanya akan lupa apa-apa yang menjadi kekurangannya. Oia sampai di sini dulu lagi sibuk ngatur tugas2 yang akan dijilid di kamar ini. 29/12/2016

Selasa, 27 Desember 2016

JAGALAH SEHATMU SEBELUM SAKITMU


Inilah pesan yang mungkin mudah diucapkan tapi susah dalam menjalaninya. Seperti yang saya rasakan saat ini, kondisi badan masih terasa lemah, sudah berjalan dua hari malah. Biasanya kalau sudah istirahat full langsung kembali normal lagi tapi justru kalau istirahat malah terasa sakitnya nambah.
Karena itulah, sering-sering bangun dari tempat tidur untuk meregangkan badan, jalan ke sana kemari walaupun hanya dua kamar yang sering dibolak balik. Yaa mungkin ini berawal dua hari lalu badan sebenarnya sudah terasa lemah malah pergi fitnes gratis di daerah merjosari tepatnya di taman lalu lintas. Malamnya wah badan terasa lemah sekali. Tapi kadang pada menjelang siang agak segar lagi.
Ya Allah ampunilah hambamu ini jika banyak melakukan doa yang disengaja ataupun tidak, atau mungkin ada hati orang yang saya lukai tanpa sepengetahuanku. Walaupun demikian mudah-mudahan hamba yang lemah ini tetap dapat dimaafkan oleh semua orang yang mungkin pernah tersakiti baik dari kata-kata, perbuatan maupun dari segi pemikiran.
Masalah ajal dan umur memang gak ada yang tahu tapi inilah saat sekarang saya menuliskan ini untuk mencurahkan perasaan dan suasana hati yang bercampur dengan kelemahan dalam fisik ini. Bagi yang membaca ini, mungkin bisa menjadi pelajaran agar selalu menjaga kesehatannya bukan hanya dari kesehatan fisik tapi dari segi rohani juga harus dijaga dengan memperbanyak mengingat Allah, bertobat dan meminta maaf kepada orang yang telah kita sakiti.
Sebenarnya sekarang juga, masih dalam suasana pengumpulan tugas-tugas, sudah selesai sih tapi teman-teman yang lain masih proses sehingga masih ada beban sedikit untuk segera diselesaikan. Maaf teman-teman semua jikalau ada kata-kata yang menyinggung ketika menginfokan agar segera dikumpulkan soalnya ini demi kebaikan kita juga. Lebih cepat tugas dikumpulkan maka akan cepat juga nilai-nilai akan keluar.
Dunia ini memang sementara saja, maka perbanyaklah membantu orang yang membutuhkan pertolongan dan kita mampu untuk itu. Janganlah pernah pelit karena apa yang kita miliki itu hanyalah titipan dari-Nya, sebentar pun Dia bisa saja mengambilnya dengan kata “Kun Fayakun” jadi maka jadilah,. Oleh sebab itu. Marilah senangtiasa menebarkan kebaikan di mana pun anda berada maka orang pun akan baik dengan kita juga Allah sangat menyukai orang yang melakukan kebaikan. Ditulis ketika abis tiduran istirahat tapi fisik masih terasa lemah disamping ranjang abis isya 27/12/2016.

Minggu, 25 Desember 2016

Kemiskinan dan Radikalisme


Melihat keadaan negara kita saat ini, terlihat sudah mulai berkembang dengan baik mulai dari perekonomian, pendidikan, politik, budaya, keberagamaan dan lain sebagainya, ternyata masih ada yang mengganjal dalam diri setiap orang yang peduli akan masa depan bangsa ini di antranya para pelaku pendidikan....
Dengan berbagai cara ditempuh mulai dari perbaikan kurikulum baik sekolah negeri maupun swasta, penyediaan tenaga pendidik dan kependidikan serta lingkungan yang memadai sehingga diharapkan dapat menghasilkan out put yang baik bahkan out come yang diharapkan.
Pembahasan tentang kemiskinan memang tiada hentinya mulai ketika manusia berada di muka bumi ini sampai hari terakhir di dunia masih akan menjadi pembicaraan selalu. Tapi walaupun demikian tetap sebagai warga negara indonesia harus ikut peduli akan nasib bangsa ke depannya demi indonesia yang berperadaban.
Begitu halnya dengan radikalisme tetap menjadi pembicaraan juga dari dulu sampai sekarang ini. Hanya perilaku yang baik lah yang dapat merubah itu. Tapi dalam konteks yang positif kata “radikalisme” bisa juga disandingkan dengan kata “kemiskinan” yaitu merubah kemiskinan secara radikal dalam upaya mengurangi dan meminimalisisrnya.
Itulah yang dapat saya kemukakan saat ini mengenai dua kata judul di atas sebagai bahan renungan yang masih perlu untuk selalu dijadikan PR bagi setiap orang yang menginjakkan dirinya di bumi pertiwi kita ini.

Ayo kita bergerak mulai sekarang sampai menurunkan visi-misi kita kepada anak cucu agar menjadikan negara kita menjadi negara yang baldatun tayyibatun warabbun ghafur. Sehingga generasi berikutnya akan lebih baik dan kalau bisa menjadi negara yang bisa diakui dari segala aspek yang ada di negara kita yang tercinta ini. Salam perdamaian dan kesejahteraan semua. Ditulis pas hari senin, wah hari ini gak jadi puasa karena kesehatan sedikit terganggu. 26/12/2016. 

Senin, 05 Desember 2016

YAKIN SEMUA DOA TERKABULKAN


Mungkin banyak yang bertanya, kenapa ko’ doa saya belum juga terkabulkan juga sampai sekarang padahal dalam al-Qur’an dikatakan yang artinya Berdo'alah kepadaku, niscaya akan kuperkenankan bagimu” (QS. Ghafir:60).  Jawabannya adalah doa akan terkabulkan sesuai dengan apa yang seorang hamba itu butuhkan bukan apa yang ia inginkan karena tentunya akan disesuaikan dengan kebutuhannya saat ini, jadi jangan khawatir Allah Maha Tahu mana yang terbaik untuk hambanya.
Bahkan saya pribadi pernah mendengar nasehat dari Abah Hasyim bahwa doa’ yang tidak dikabulkan merupakan jawaban Allah karena apa yang diminta itu tidak cocok untuk kita sendiri. Maka dari itu, perlunya intropeksi diri dulu terhadap semua yang dibutuhkan atau diinginkan layak atau tidaknya atau mampukah kita mempertanggungjawabkannya nanti di kemudian hari.
Yang Allah berikan akan dipertanggungjawabkan semua di sana sebab yang ada dalam diri kita hanya Allah lah yang berhak atas semuanya. Kita hanya numpang pakai lalu akan dimintai pertanggungjawaban tentunya. Sudah digunakan kepada kebaikan atau sebaliknya. Jadi sungguh manusia terkadang lupa kalau apa yang dimilikinya saat ini sewaktu-waktu pemilik aslinya akan mengambilnya.

Wahai para pembaca tulisan ini, inilah perasaan dan pikiran saat ini. Kadang memang saya sendiri lupa bahwa apa yang saya miliki seolah-olah akan kumiliki semua padahal itu hanya pikiran secara hawa nafsu saja bahkan terkadang merasa kenapa saya tidak sekaya dan sehebat orang itu padahal hidup yang kita keluhkan sekarang bisa jadi hidup yang orang lain inginkan saat ini. Jadi intinya banyak bersyukur. Kalau orang sudah pandai bersyukur maka dia tidak akan pernah takut kehabisan harta sebab semuanya hanya titipan sementara dari Sang Pemberi. Wallahu a’lam Bishshawab ditulis pas ketika semua orang tertidur di kamar pukul 20;50 tanggal 05/12/2016 di Pesma Al-Hikam Malang.