Apa Aja

Apa Aja

Rabu, 19 Januari 2022

GEMBIRA MENYAMBUT SYURGA

 


By Abustan Falahuddin (Guru Barazanji juga di MTs PP. Al-Ikhlas Ujung-Bone)

Alhamdulillah tidak lama lagi kita akan menemui dan memasuki bulan yang terbaik di antara bulan yang lainnya yaitu Bulan Suci Ramadhan. Bulan ini sungguh sangat istimewa bagi kita warga Indonesia dan pada umumnya warga seluruh dunia. Semua orang yang sudah mengikrarkan diri bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya maka akan menyambut bulan ini dengan penuh sukacita dan sukaria, sebab bulan ini akan membuat semua orang bisa merasakan yang namanya “Syurga” suatu saat.

Nabi kita tercinta, Nabiullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam sudah berpesan bahwa Barang siapa yang senang dengan datangnya Bulan Suci Ramadhan maka Allah akan haramkan dirinya dua api neraka yaitu siksa di kubur dan di akhirat kelak. Dengan itulah saja bisa membuat kita terbebas dari api neraka apalagi kalau di dalam bulan Ramadhan nanti kita mengisinya dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat dan berguna bagi siapa saja bahkan hal itu berguna kepada selain dari kita.

Manusia memang bermacam-macam dalam menyambut kedatangan bulan ini, dimulai dari acara syukuran, acara perbanyak ibadah-ibadah Sunnah, perbanyak persediaan kebutuhan pokok dan sekunder bahkan ada yang sudah sibuk menentukan silabus tentang seluruh kegiatannya selama Ramadhan berlangsung. Apapun itu, marilah kita berlomba-lomba dalam menggapai ridho-Nya Tuhan kita agar bisa sama-sama masuk ke dalam “Syurga”-Nya. Kalau perlu semua kita masuk syurga karena luasnya bisa menampung umat manusia seluruhnya yang mau menuju ke sana kecuali yang tidak mau.

Apa yang harus dilakukan agar kita bisa sampai kesana yaitu ke dalam “Syurga”. Sebenarnya gampang sekali hanya ada dua: Pertama, Lakukan segala hal yang dibolehkan oleh Allah Subehanahu Wata’ala, apa itu, Kerjakan Rukun Islam dan Yakini Rukun Iman setelah itu mantapkan diri agar selalu mendapat petunjuk-Nya setiap saat dimana pun dan kapanpun itu, sehingga kita tidak luput dari mengingat-Nya selalu. Kedua, Hindari dan tinggalkan hal-hal yang dilarang-Nya, yaitu segala hal yang merugikan umat manusia, segala hal yang membuat orang lain terganggu dan merasa diintimidasi, segala hal yang merusak sekitar kita, lingkungan tempat tinggal kita dan segala hal yang seluruh makhluknya melaknat kita.

Kalau keduanya itu, mampu kita lakukan dengan baik maka yakin dan percaya semuanya akan masuk “Syurga” tanpa kecuali. Bahkan memang seluruh agama di dunia ini, selalu mengajarkan hal-hal yang baik dan tidak bertentangan dengan kemanuasiaan kecuali mungkin masalah keyakinan yang ada sedikit keluar dari logika berfikir yang baik tapi intinya Tuhan kita Allah mempunyai sifat Rahman dan Rahim yaitu kasih sayang sehingga berawal dari yang suci ketika kita dilahirkan di dunia ini. Andainya sejak awal sampai sekarang selalu mendapat petunjuk-Nya maka tidak akan ada manusia yang tersesat dari setiap jalannya. Semuanya akan dimasukkan ke dalam “Syurga”-Nya.

Mari kita menyadari dengan baik segala kebaikan dan kenikmatan yang diberikan kepada kita, banyak-banyaklah mengucapkan syukur dan gembira setiap saat walau begitu banyak masalah dan ujian yang sedang dihadapi, karena dibalik semua itu, kita akan diberikan pelajaran yang baik, Bersyukur ketika mendapat kenikmatan dan bersabar ketika ditimpa musibah atau permasalahan. Ada pun masalah segera dicari solusinya bukan menghindari masalah itu.

Terakhir, mari bergembira menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, bulan ampunan, bulan penuh rahmat dan bulan dimana semua akan diuji oleh Allah, apakah kita termasuk yang bisa lolos dan lulus atau tidak dalam ujian itu. Seperti ujian lapar, apakah dengan lapar itu kita masih peka terhadap penderitaan orang-orang yang selalu lapar karena kekurangan harta atau tidak. Mudah-mudahan kita diberikan kesehatan selalu dan bisa melewati bulan Ramadhan nanti dengan hasil akhir adalah Fitrah (suci) lalu berujung pada hadiah dari-Nya itu “Syurga”. Amin ya rabbal alamin!

Wallahul Muwaffiq Ila Thariqil Haq

Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sabtu, 15 Januari 2022

“Jabatan Hanya Sementara”

 

By Abustan Falahuddin (Guru Akidah Akhlak 7 MTs PP. Al-Ikhlas Ujung-Bone)

Di kehidupan yang penuh dengan gemerlapnya dunia, manusia seakan lupa akan siapa jati diri mereka sebenarnya. Terkadang menganggap sesuatu itu seolah-olah akan ia erat selamanya, terkadang berfikir kalau saya terus berusaha maka saya akan bisa mempertahankan apa yang saya miliki saat ini.

Kalau kita mau berkacamata secara logis dan empiris serta spiritualisme maka akan muncul satu anggapan yang sempurna yaitu “Semuanya akan sirna pada waktunya” tinggal bagaimana kita bersiap diri untuk menghadapi itu semua terlepas dari berbagai keberuntungan yang kita miliki. Karena keberuntungan itu susah untuk dikemukakan sebab datangnya tidak diundang dan perginya pun sama tidak diantar tiba-tiba ada saja. Itulah yang diistilahkan oleh anak zaman sekarang yaitu “Rejeki Nomplok” artinya sesuatu yang tidak pernah kita duga-duga. Dalam Bahasa agama “Min Haitsu laa Yahtasib”.

Kembali ke pembahasan kata sementara, sementara ini hanya berkutat pada ada atau tidak adanya sesuatu itu. Jadi boleh jadi kita melihatnya sekarang tetapi tiba-tiba dia tidak ada atau menghilang tanpa jejak. Itulah yang namanya kehilangan segala-galanya padahal dulunya kitalah yang capek sekali dalam mempersiapkan itu semua.

Oleh karena itu, pikir saya saat ini sebagai seorang yang mengkritik diri sendiri pada tulisan ini bahwa kadang diri ini sendiri lupa bahwa semua itu adalah “titipan sementara” yang sewaktu-waktu pemilik dari titipan itu bisa saja mengambilnya, jadi janganlah pernah merasa akan hidup selamanya apalagi memilikinya selamanya. Dalam konteks di sini adalah umum, apa saja itu. Sehingga kalau manusia yang sudah memanusiakan dirinya maka dia tidak akan mau melakukan kegiatan yang membuat orang lain rugi, bangkrut, sengsara dan lain sebagainya. Karena yang ada dalam pikirannya hanya satu yaitu” Semua orang akan menghilang jasadnya suatu saat“.

Orang-orang yang betul paham akan hal itu maka dia akan secara terus-menerus memperbaiki diri bukan malah berbangga diri di hadapan orang lain. Oleh karena itu, marilah sebagai orang yang merasa dirinya sebagai manusia yang digelari oleh sebagai Makhluk yang paling sempurna, maka dalam kehidupannya akan diberikan kedamaian tanpa pertikaian, permusuhan dll. Kalau toh ada yang memusuhinya maka dia sendiri akan merasa fine-fine saja.

Sudah sepatutnya kita harus selalu mengoreksi diri sendiri sebelum mencoba melihat koreksian ke orang lain, kata orang bijak “Lebih baik kita mencari kesalahan sendiri dibanding mencari-cari kesalahan orang lain”. Karena itu, sebagai manusia yang mempunyai kodrat gelar yang luar biasa dari Allah, maka mari kita sama-sama saling mengingatkan, saling menghormati, saling menghargai, saling tolong-menolong, saling bekerjasama dalam kebaikan dan mencoba menghindari yang namanya pertikaian dan permusuhan. Saya pun sebagai penulis ini belum tentu mampu melihat kekurangan sendiri tetapi kita sama-sama mencoba melihat itu. Dan ujungnya adalah sama-sama berusaha berubah dan mau memperbaiki diri dari hari ke hari, dari waktu ke waktu, dari jelek menjadi baik, dari baik menjadi lebih baik lagi. Begitu seterusnya sampai datangnya hari, dimana hari yang semua orang tunggu-tunggu yaitu ingin bertemu dengan pencipta-Nya.

Akhirul kalam, wallahul muwaffiq ila aqwami thariq tsummas salamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Rabu, 12 Januari 2022

“FILOSOFI BARONCONG”

 

-------------------------

Tak heran memang banyak orang-orang yang sangat sayang dan rindu kepada makhluk Allah yang satu itu adalah makan khas bugis yang diberi nama dengan sebenarnya kurang mewakili dari bahan-bahan yang digunakan, akan tetapi bisa membuat orang-orang yang memakan dan menyantapnya jadi lupa diri bahkan kalau digandengkan dengan sirup warna pink ala-ala minuman berkelas sedikit bagitu. Saya juga gak tau persis namanya apa. Yang jelas itu sangat segar dan terasa airnya akan netes-netes ketika meminumnya karena harga yang sangat terjangkau bagi semua kalangan.

Bukan hanya itu, yang menggambarkan kehebatan dan ke-emazingnya makanan itu tetapi lebih pada filosofi yang ada pada bahan-bahan dari makanan itu. Sempat mendengarkan salah satu teman yang sangat akrab disapa dengan “fyd” bahwa dalam makanan itu menurut orang tuanya yaitu “makanlah itu nak sebelum memulai setiap pertandingan yang engkau hadapi maka hasilnya akan maksimal” kurang seperti itulah yang saya tangkap ketika ngobrol-ngobrol lepas di dalam bus pulang dari kemenangan tadi.

Apa kata teman ini, bahwa makanan ini terbuat dari terigu, gula pasir, kelapa setengan muda dan garam serta berakhir dengan dipanggang di dalam cetakan khusus yang sudah terbentuk pada potong-potongan yang sangat khas mirip sebuah tempat penyimpanan rak-rak pakaian, itu gambaran saya sih belum tentu sama dengan gambaran semua orang. Yang jelas begitulah bayangkan saja.

Kesimpulan dari penjelasannya adalah si baroncong ini isi dalamnya lembek tapi luarnya keras ketika sudah terjadi pemanggangan api yang cukup. Artinya ketika pemain atau petarung itu harus punya kekuatan seperti si baroncong ini sebab seorang pemain atau petarung harus punya hati dan pikiran yang lemah lembut tetapi ketika dihadapakan pada pertarungan atau perlombaan maka harus bisa membakar api semangat dalam dirinya sehingga keras kemauan akan sebuah tujuan yang sangat muliah yaitu keberhasilan dalam tanda positifnya.

Seperti itulah kurang lebih filosofi kue baroncong andalan suku khas bugis makassar ini. Dan untuk mencarinya mudah sekali cukup buka google dan browsing namanya, cari lokasinya dimana pun kita berada. Insya Allah ada semua di setiap provinsi asal ada bugis makassarnya yang cinta akan makanan mewah tetapi tetap dijangkau semua kalangan ini.  

Saya kira demikian semoga bermanfaat, tulisan terbit karena sudah janji sama teman-teman seperjuangan dalam supporter hari ini yang betul-betul emazing bangetlah pokoknya. Dan Alhamdulillah sudah ada formatur ketua supporter Al-Ikhlas Club yang dipilih secara tidak langsung yaitu Anre Gurutta Ustadz Rusyaid. Selamat ustadz. Dan tidak kalah pentingnya adalah pelatih tim futsal Al-Ikhlas FC yaitu gurutta Ustadz Asriadi dan sangat berjasa juga adalah gurutta official Al-Ikhlas FC Ust. Asmar serta seluruh tim yang tidak bisa disebutkan satu-satu persatu namanya. Semoga sukses semuaki. Amin ya rabbal alamin.

Wallahul muwaffiq ila aqwami thariq

Wassalamu alaikum wr wb.

Selasa, 05 Januari 2021

Corona 19

             Hampir semua mengenalnya tanpa kecuali, makhluk Allah yang begitu kecil bahkan tak kasat mata bisa membuat orang2 khawatir, takut dan ada juga yang sangat stres dengan itu padahal kalau kita meminta kepada Pemilik makhluk yang kecil itu agar bisa selamat dan tidak terjangkit mungkin bisa saja Allah mengabulkan.

            Sisa bagaimana kita bisa selalu dekat dengan Allah, karena kalau tidak segala yang diminta kepada-Nya mungkin tidak akan terkabulkan salah satunya adalah meminta perlindungan agar terhindar dari segala macam wabah. Maka dari itu, perlunya kita tahu diri akan kemampuan yang kita miliki. 


            jadilah manusia seperti itu...... masih ada lanjutannya..

Selasa, 18 Agustus 2020

MUI kec. 2 Boccoe

 Hari ini agak berbeda dengan sebelum nya, karena  hari ini mendapat undangan untuk menghadiri musyawarah pemilihan pengurus MUI kecamatan. Walhasil terbentuklah pengurusnya.

MUI kecamatan ini hadir karena ingin menjadi bagian yg bermanfaat bagi masyarakat. Membimbing masyarakat untuk bisa menjadi generasi umat yang cinta akan perdamaian antar sesama sehingga terbentuklah indonesia yang "baldatun thayyibatun warabbun ghafur". Amin

Alhamdulillah saya kebetulan dipilih masuk di komisi fatwa, hukum dan perundang-undangan, wah saya agak canggung dengan posisi itu awalnya saya menawarkan kepada yang lain tapi ternyata saya tetap di komisi itu. Insyaallah akan dikukuhkan pada malam kamis besok.


Menjadi bagian dari MUI kecamatan ini mudah2an menambah banyak ilmu pengetahuan khususnya di bagian komisi itu. 

Dulu memang sering ikut kegiatan MUI di pusat waktu masih menempuh pendidikan di institut PTIQ jakarta. Nah saat ini sudah masuk bagian di dalamnya walau dalam lingkup kecamatan, akhirnya mendapat teman baru dan kenalan baru. Bagian dari silaturahim juga. 


Mohon doanya semua dari para pembaca agar amanah ini dapat diemban dengan baik dan benar. Amin ya rabbal alamin.

Salam Abustan falahuddin!

Senin, 17 Agustus 2020

17 Agustus 45

 Alhamdulillah baru saja kemarin kita merayakan kemerdekaan RI yang ke 75. Maaf kemarin belum sempat menulis karna diberikan tugas sebagai panitia peringatan 17 an.


Terjadi banyak peringatan yg berbeda di berbagai tempat, salah satunya adalah melalui virtual, melalui tatap muka langsung dan ada juga yg di rumah saja.


Apapun model peringatannya adalah tidak masalah asalkan mereka bisa merasakan hasil dari perjuangan bangsa kita. 


Memang dahulu tidak mudah mencapai kemerdekaan itu, oleh karenanya mari kita berterima kasih kepada mereka dengan mengirim kan surah alfatihah.  Amin


Salam Abustan falahuddin. Merdeka!!!


Minggu, 16 Agustus 2020

75 thn Kemerdekaan Indonesia

 Alhamdllah kita semua sudah merasakan kebebasan dalam segala hal, masih ada yang merasa belum merdeka yaitu merdeka dari membuat keburukan, permusuhan, dan menyebarkan berita hoaxs.


Sekarang Ini, kita harus terbebas dari itu semua agar negara yang aman dan damai selalu sampai akhir dunia, semuanya bisa terwujud asalkan ada kerjasama setiap warga negara. 


Jadi lah orang yang selalu menebarkan kebaikan, cintaa dan persahabat sehingga dimana pun kita berada akan selalu merasa aman dan tenang. Seperti hal nya saat ini, mari kita merdekakan diri dari segala macam wabah dengan cara menerapkan hidup sehat dan kuat serta selalu memohon kepada Allah agar tetap dalam lindungan-Nya.

Hari ini, kita merdeka agar kita tetap mewariskan kemerdekaan kepada anak cucu, maka ajarkanlah makna kemerdekaan kepada mereka saat ini serta berilah pemahaman bahwa "cinta tanah air adalah sebagian dari iman"


Isilah peringatan kemerdekaan hari ini dengan membaca sejarah perjuangan bangsa kita atau memutar film tentang kemerdekaan kita kepada anak2 kita supaya mereka juga tau bahwa kebebasan kita dari penjajah bukan dengan mudah direbut tapi melalui pengorbanan darah dan jiwa.


Mari sama2 kirim kan surah alfatihah kepada para pahlawan agar diberikan tempat terbaik di sisi-Nya. Alfatihah mulai.


Amin amin ya rabbal alamin.

Wassalamu alaikum wr wb


Salam Abustan falahuddin!!!